h1

ADSL untuk Beragam Layanan

Maret 31, 2008

Penulis : Ahmad Arif Rahman *

Setelah sekian lama teknologi ini berkembang dan ditawarkan ke Indonesia, akhirnya PT.TELKOM meluncurkan layanan internet kecepatan tinggi berbasis ADSL, yang sementara ini baru dapat diberikan ke pelanggan TELKOM, khusus di wilayah Jakarta dan sekitarnya, serta rencana implementasi di wilayah Surabaya. Produk ini oleh TELKOM dinamakan layanan MMA (Multi Media Access). Akses kecepatan data yang ditawarkan bervariasi 384 Kbps dan 512 Kbps, dengan mode akses terbatas (limited) dan akses tanpa terbatas (unlimited).

Diluar pengembangan yang dilakukan PT.TELKOM, teknologi xDSL telah banyak digunakan untuk aplikasi-aplikasi internal, baik perusahaan-perusahaan maupun lingkungan kampus. Pada saat penulis melakukan suatu ujicoba dengan Pusat Komputer UGM bulan Maret 2003, mereka memiliki perangkat DSLAM dan beberapa pasang modem MDSL stand-alone yang diperuntukkan sebagai jaringan penghubung antar gedung di lingkungan kampus.

Aplikasi teknologi xDSL pada umumnya masih terbatas sebagai jaringan penghubung, atau Leased Channel. Penerapan lainnya pun terbatas untuk aplikasi jaringan internet seperti pada TELKOM MMA.

Apakah xDSL termasuk ADSL hanya terbatas untuk keperluan diatas? Berbicara tentang aplikasi atau layanan, sebenarnya bergantung kepada apa yang disebut dengan Content Provider, perusahaan penyedia jasa aplikasi/layanan. Permasalahan terbesar di Indonesia adalah masih minimnya mereka para Content Provider. Kalaupun ada, hampir seluruhnya berstatus sebagai ISP, penyedia akses internet. Seandainya kita bisa belajar dari Korea, dimana layanan xDSL mereka berkembang dengan pesat yang salah satunya disebabkan variasi ragam & bentuk layanan banyak lahir dari mereka sendiri, tidak hanya akses internet saja.
ADSL berbasis paket data digital
Berbicara xDSL atau ADSL pada intinya kita hanya berbicara pipa saluran atau media transmisi. Saat ini dasar pengiriman data digital mengacu kepada dua format umum, yaitu ATM dan Ethernet/IP. Dengan didukung kemampuan PPPoA (PPP over ATM) dan PPPoE (PPP over Ethernet), layanan atau paket data berbasis ATM ataupun IP/Ethernet, baik itu voice, data, dan video pasti dapat dilalui melalui xDSL. Teknologi xDSL mempunyai keunggulan dimana sifat pipanya yang dedicated line, saluran tidak dibagi-bagi atau dipecah-pecah untuk beberapa pelanggan, sehingga alokasi bandwitdh lebih terjamin dengan QoS yang tinggi. Karena itulah, kemas content sedemikian rupa, tarik pelanggan dengan bermacam model aplikasi, apakah itu games interactive/games online, streaming video, music online, online information, dan lain-lain.
ADSL untuk layanan video dan TV over IP
Seperti telah diinformasikan sebelumnya, aplikasi ADSL di Indonesia belum mengarah kepada layanan entertainment (hiburan). Salah satu model aplikasi hiburan yang dikembangkan operator luar adalah TV over IP dan iTV (interactive TV). Layanan dengan content berupa film, video ataupun siaran broadcast TV saat ini masih dominan disediakan oleh teknologi berbasis cable TV (HFC). Bagaimana jika model layanan ini ingin dikirimkan oleh teknologi ADSL ? Berikut gambaran umum konfigurasi kesistemannya.

Image
Sumber : Modified from Video over DSL, Whitepaper, http://www.aware.com

Keterangan :

Dari gambar diatas, perangkat encoder dibutuhkan untuk meng-kode-kan sinyal analog ke dalam paket-paket data digital yang akan dikirimkan baik secara streaming ataupun buffer terlebih dahulu. Video server ditujukan untuk layanan model on-Demand (bukan broadcast TV), dimana film/video telah disimpan terlebih dahulu didalam server.

Untuk dapat menikmati layanan televisi, dapat menggunakan media komputer atau televisi. Dengan media komputer, koneksi fisik perkabelan dapat langsung dari modem xDSL CPE ke komputer dengan memakai kabel CAT5 lurus (straight). Untuk penggunaan media televisi, dibutuhkan perangkat tambahan berupa STB (Set Top Box) yang akan mengkonversi sinyal digital dari xDSL ke dalam format analog TV (PAL, NTSC atau lainnya).

Yang perlu diperhatikan dalam membeli STB adalah sisi hardware dan software. Perangkat STB bekerja layaknya sebuah komputer. Makin tinggi prosessornya, besar kapasitas hardisknya makin baik STB tersebut. Juga sebaiknya memilih STB yang didukung aplikasi seperti kemampuan mendukung koneksi DHCP server, koneksi ke proxy server, dan upgradable. Saat ini sudah banyak vendor CPE modem yang mengeluarkan produk ADSL sekaligus dapat berfungsi sebagai STB, sehingga dapat langsung dihubungkan ke pesawat TV.

Akses layanan selain video/televisi tetap dapat dilakukan user selama koneksi lain (seperti ke internet) dibentuk dibelakang DSLAM. STB dilengkapi dengan keyboard umumnya model wireless sehingga user dapat mengakses internet atau menu melalui keyboard layaknya keyboard komputer.
Teknologi kompresi video

Jika kita melihat kemapuan kecepatan ADSL yang sampai dengan 8 Mbps, ini cukup untuk membawa 2 (dua) kanal video digital dengan kompresi MPEG-2, tanpa mengurangi kemampuannya untuk dapat menyalurkan 1 (satu) kanal telepon POTS. Berbeda dengan sistem cable TV (HFC), dimana sinyal analog TV (NTSC, PAL, atau lainnya) tidak dimodulasi atau dikompresi menjadi lebih kecil, di xDSL sinyal analog TV dimodulasi ke digital dengan bandiwth yang lebih kecil. Sinyal analog murni NTSC atau PAL membutuhkan bandwith 6 MHz dan 8 MHz. Sementara kalau dilalukan langsung ke dalam sistem ADSL tidak dimungkinkan karena frekeunsi kerja ADSL hanya sampai dengan 1 MHz.

Teknologi kompresi paket video yang popular dikenal dengan dikenal dengan MPEG (Moving Picture Experts Group). Untuk xDSL yang memakai format data ATM telah berkembang teknologi MPEG melalui ATM yang dikenal dengan istilah MPEG-over-ATM ataupun MPEG-over-IP-over-ATM, disamping paket MPEG over ethernet yang telah berkembang lebih dahulu. Dikarenakan teknologi ini baru berkembang, walaupun kedua teknologi ini telah exist, pasar masih didominasi oleh teknologi MPEG over IP. Salah satu faktor pendukungnya adalah perangkat sisi pelanggan atau user dominan ethernet-compatible.

Ada 3 (tiga) standar MPEG saat ini, MPEG-1, MPEG-2 dan MPEG-4. MPEG-1 ditujukan untuk aplikasi video dengan kecepatan sampai dengan 1,5 Mbps seperti aplikasi VCD. Kemudian MPEG-2 ditujukan untuk aplikasi video dengan kualitas yang lebih tinggi, aplikasi video kecepatan 3 Mbps sampai dengan 15 Mbps. Aplikasi MPEG-2 banyak dipakai untuk siaran broadcast TV. MPEG-4 yang belakang berkembang, berbalik memikirkan bagaimana paket video dapat dikirimkan pada bandiwth yang kecil atau terbatas, ditujukan untuk aplikasi mobile video seperti untuk PDA (Personal Digital Assistants) dan telepon selular.

Ujicoba yang dilakukan Alcatel dan Thomson Multimedia, ADSL dapat dilalukan dengan video over MPEG2 dengan kecepatan 700 Kbps. Pengujian ini menggunakan model encoder baru yang dikembangkan oleh Nextream. Umum aplikasi TV over MPEG-2 masih membutuhkan bandwidth 1,5 Mbps.

Image
Sumber : Video over DSL, http://www.optibase.com/html/solutions/white_papers

ADSL untuk layanan HotSpot

Teknologi Wireless LAN berkembang sangat cepat, seiring dengan sifatnya yang mobility dibandingkan dengan teknologi berbasis fixed wireline. Selain tidak dibutuhkan instalasi perangkat pelanggan yang rumit, terutama masalah perkabelan, perkembangan teknologi fixed wireline pun mendukung perkembangan teknologi wireless.

Teknologi ADSL yang lahir dengan pertimbangan pemanfaatan jaringan kabel tembaga existing, kini juga berkembang dengan variasi kemampuan. Setelah ADSL dikembangkan dengan kemapuan tidak hanya fungsi bridging, tetapi dapat difungsikan sebagai router, kini ADSL dapat difungsikan terintegrasi sebagai access point (AP) wireless LAN. Sehingga komputer-komputer user tidak lagi harus terhubung secara fisik dengan kabel ke modem xDSL CPE, tetapi sudah dapat mobility, selama dalam coverage modem xDSL CPE. Model antena wireless LAN ini adalah omni dengan coverage area sekitar 100 meter.

Standarisasi antarmuka wireless LAN (IEE 802.11a dan 802.11b) sudah banyak dipasang sebagai modul/slot tambahan ataupun modul yang menyatu (integrated). Beberapa produk CPE modem keluaran Korea dan Eropa sudah banyak menawarkan fasilitas ini. Beberapa yang sempat penulis lihat antara lain produk dari Siemens, Netopia, Masscom Nextara, Cayman, dan Sunnybell. Standar 802.11b yang support aplikasi sampai dengan kecepatan data 11 Mbps, dengan ADSL sebagai penyedia pipa saluran backbone-nya dirasakan cukup untuk membawa bandwith 8 Mbps yang akan dishare untuk beberapa terminal client wireless LAN.

Image
Sumber : modified from http://www.sunnybelltech.com

PT.TELKOM saat ini tengah mengkaji rencana implementasi layanan hotspot. Salah satu media yang akan digunakan adalah pemanfaatan sistem ADSL umum yang telah tergelar, dan ujicoba sistem Access Point yang terintegrasi dengan ADSL, disamping rencana pemanfaatan teknologi wireless WAN dan basis teknologi GSM/GPRS existing.

* Penulis merupakan staff pada Lab. Jarlokat (Jaringan Lokal Access Tembaga) di bidang ANW, Divisi RisTI PT TELKOM.

Daftar Pustaka
1. Video over DSL, Whitepaper, http://www.aware.com
2. TV over ADSL become more pratical, Fred Dawson, http://www.xchangemag.com/articles
3. Video over DSL, http://www.optibase.com/html/solutions/white_papers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: