Pendahuluan & Perkembangan Jaringan Akses x-DSL

Prinsip x-DSL sebenarnya adalah menyalurkan sinyal dengan bandwidth Lebar pada satu pasang kabel telepon yang sudah ada, sehingga bisa ditumpangkan dua sinyal ( frekwensi) yang berbeda , yaitu sinyal data (internet) dan sinyal suara/voice (telepon).
Saat ini pelanggan layanan jaringan akses multimedia untuk format teknologi DSL (x-DSL) memiliki permintaan akan kebutuhan bandwidth yang besar tetapi dengan harga atau biaya layanan yang kecil. Dilihat dari alasan ini, maka varian teknologi DSL (x-DSL) berkembang sejalan dengan kebutuhan costumer akan kapasitas bandwidth yang besar. Hal ini terlihat pada Gambar 1.1 di bawah ini yang merupakan evolusi dari layanan jaringan akses x-DSL.


Gambar 1.1

Secara khusus sesuai dengan perkembangan atau evolusinya, huruf “x” pada x-DSL dapat diganti dengan beberapa variannya (Tabel 3.1), antara lain:

1. IDSL (Integrated Services Digital Network DSL)
IDSL merupakan teknologi DSL dengan menggunakan metode ISDN (Integrated Services Digital Network) sistem Channel Bank, V.51 atau V5.2, dimana kecepatan maksimum transfer datanya adalah 128 Kbps. IDSL hanya dapat digunakan sebagai komunikasi data.

2. HDSL (High bit rate DSL)
High bit rate Digital Subscriber Line yaitu standar komunikasi point to point 2 twisted pair copper cable dengan kecepatan maksimum transfer datanya hingga 2048 kbps pada lebar pita 80 KHz sampai 280 KHz.

3. SDSL (Symmetric DSL atau Single line DSL)
Symmetric Digital Subscriber Line yaitu standar komunikasi data dimana bandwidth sinyal yang masuk dan keluarnya sama (simetris) dengan kecepatan maksimum transfer datanya adalah sekitar 2048 kbps.

4. ADSL (Asymmetric DSL)
Asymmetric Digital Subscriber Line, yaitu komunikasi jaringan internet dengan kecepatan tinggi, dimana bandwidth sinyal yang masuk tidak sama dengan sinyal yang keluar (asimetris), dimana kecepatan maksimum transfer datanya dapat mencapai hingga 8 Mbps. Berdasarkan bit rate-nya, teknologi ini dibagi menjadi dua, yaitu Full Rate ADSL dan G. Lite (Half Rate) ADSL. Kecepatan transfer data yang berbeda untuk upstream dan downstream pada ADSL sangat sesuai dengan model internet, karena para user kebanyakan menggunakan bandwidth yang masuk (downstream) lebih besar dibanding bandwidth yang keluar (upstream).

5. VDSL (Very high bit rate DSL)
Very high bit rate Digital Subscriber Line yaitu standar komunikasi dengan dua kabel, dimana bit rate maksimumnya mencapai sekitar 50 Mbps. VDSL memanfaatkan kabel telepon yang sudah ada, misalnya sambungan telepon dari satu gedung ke gedung lainnya yang berdekatan, bisa dimanfaatkan untuk memasang perangkat VDSL, sehingga selain menyambung pesawat telepon, juga bisa menghubungkan dua komputer dalam jarak yang lumayan jauh.


Gambar 1.2

Teknologi x-DSL menggunakan metode “One Pair for All” seperti terlihat pada Gambar 1.2. Dalam hal ini, teknologi x-DSL memanfaatkan 1 pair kabel tembaga yang dapat digunakan untuk 3 macam aplikasi, yaitu voice (POTS), data (internet), dan video (video on demand, music on demand) pemisahan terjadi di frekwensi.

Teknologi ADSL

Teknologi Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL) dikembangkan dari teknologi kawat yang memungkinkan pemindahan data sampai 10 Mbps. Teknologi ADSL ini merupakan teknologi akses yang memungkinkan terjadinya komunikasi data, suara dan video secara bersamaan pada suatu media jaringan akses kabel tembaga.
Implementasi dari teknologi ADSL menggunakan jaringan telepon untuk mendapatkan jalur akses komunikasi data kecepatan tinggi dan menyalurkan data hingga 8 Mbps sampai ke sisi pelanggan. Teknologi ini merupakan proses rekayasa dari keterbatasan teknologi telepon dengan mengenalkan akses internet kecepatan tinggi kepada seluruh pelanggan dengan biaya yang mudah dijangkau.
Dilihat dari layanannya, teknologi ADSL dapat menyalurkan beberapa layanan kepada setiap user, antara lain berupa voice, jasa internet, video on Demand (VoD), broadcasting TV, video camera atau surveylence & traffic monitoring, interactive services (contohnya: on-line game).
Teknologi ADSL di Indonesia yang memakai jaringan yang dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi Indonesia, yaitu PT. TELKOM dengan bekerja sama dengan perusahaan penyedia Multimedia Akses yang khusus menyediakan perangkat DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer) sebagai modem ADSL yang dipasang di sentral telepon sehingga bisa melayani pelanggan. Perbandingan kemampuan teknologi modem ADSL yang mampu menyediakan kecepatan transfer data yang tinggi hingga 8 Mbps.

Spesifikasi Teknologi ADSL

Aplikasi dalam service ADSL memerlukan 1 pair kabel tembaga dengan menambah modem ADSL pada ujung jaringan pelanggan yang di dalamnya terdapat tiga kanal informasi, yaitu:
1. Kanal downstream kecepatan tinggi.
2. Kanal upstream kecepatan sedang.
3. Kanal telepon untuk voice.
Kecepatan data yang dihasilkan pada teknologi ADSL sangat tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas jaringan, seperti: tahanan jaringan, banyaknya sambungan dan interferensi antar kabel. Umumnya kualitas jaringan akan semakin bagus apabila jarak kabel yang digunakan semakin pendek.
Pengaplikasian teknologi ADSL memerlukan modem ADSL sebagai titik koneksi jaringan antara sisi sentral dan sisi pelanggan (user). Modem yang terletak di sisi sentral disebut ADSL Tranceiver Unit Central (ATU-C) dan modem pada sisi pelanggan disebut ADSL Tranceiver Unit Remote (ATU-R). Baik ATU-C maupun ATU-R merupakan perangkat modem yang sekaligus dilengkapi dengan perangkat splitter. Teknologi ADSL ini sangat cocok diimplementasikan untuk layanan multimedia dalam hal jaringan akses internet.

Pembagian Band Frekuensi dan Modulasi Sinyal ADSL

POTS tradisional menggunakan pita sempit sebesar 4 KHz untuk menyalurkan sinyal voice analog. Hal ini berarti dengan menggunakan modulasi serumit apapun, teknologi modem dial-up saat ini hanya akan mencapai throughput maksimal sampai 56 Kbps (56 Kbps downstream and 32 Kbps upstream). Untuk mendapatkan throughput lebih tinggi (sampai dengan 8 Mbps), ADSL menggunakan range frekuensi dari 25 KHz hingga 1,1 MHz.
Perkembangan teknologi ADSL bergantung kepada kemajuan pemrosesan sinyal digital dan algoritma yang kreatif untuk mendapatkan informasi melalui kabel telepon twisted pair. Untuk menciptakan banyak channel, ada salah satu cara pembagian band frekuensi pada sinyal ADSL, yaitu Frequency Division Multiplexing (FDM). FDM menggunakan bervariasi band frekuensi untuk menyalurkan data upstream dan downstream. Daerah frekuensi 0 KHz – 4 KHz digunakan untuk layanan POTS (voice), daerah frekuensi 25 KHz – 138 KHz digunakan untuk menyalurkan data upstream dan daerah frekuensi 138 KHz – 1,1 MHz digunakan untuk menyalurkan data downstream. Lebar pita tambahan (guard band) dimaksudkan untuk mencegah munculnya crosstalk di antara channel data (upstream dan downstream data) dan suara (POTS). Band frekuensi yang digunakan adalah seperti pada Gambar 3.3
Teknik modulasi sinyal yang digunakan pada ADSL ada dua macam, yaitu DMT (Discrete Multi Tone) dan CAP (Carrierless Amplitude Phase) [3]. Ide dasar dari DMT adalah membagi atau mengalokasikan bandwidth yang tersedia untuk transmisi data menjadi sub-sub kanal dalam jumlah yang besar, sehingga mendapatkan kemampuan transmisi yang maksimal dari tiap sub kanal. Teknik modulasi DMT dapat dilihat pada Gambar 3.3.


Gambar 1.3

Konfigurasi Speedy

Konfigurasi Umum Speedy


Gambar 1.4


Gambar 1.5

Adapun penjelasan dari arsitektur umum Speedy (Gambar 1.5) adalah sebagai berikut:
1. Pada sisi pelanggan terdapat instalasi yang wajib difasilitasi, yaitu:
a. Modem ADSL, sebagai contoh modem ADSL Huawei.
b. Splitter, dimana pada perangkat ini terjadi pembagian voice dengan data. Pada splitter terdapat 3 port, yaitu port LINE, NT, dan POTS.
2. Saluran Penanggal (Drop Wire/DW) atau Drop Cable
Dilakukan penarikan kabel tembaga (copper) 2 wire (a/b wire) bawah tanah dari KTB (Kotak Terminal Bagi) yang ada di rumah pelanggan hingga ke tiang telepon.
3. Distribution Point (DP)
DP memiliki kapasitas maksimum kabel tembaga hingga 20 pair, tergantung kebutuhan di suatu wilayah, yang nantinya dari DP ini akan dihubungkan ke tiang telepon terdekat.
4. Kemudian dari DP, kabel tembaga dihubungkan ke Rumah Kabel (RK) dengan kapasitas maksimum hingga 1200 pair, dimana kabel tembaga yang terhubung dari DP hingga RK disebut sebagai “kabel sekunder”.
5. Kabel sekunder sebagai kabel output atau keluaran dari RK terhubung langsung ke ruang MDF (Main Distribution Frame) di sisi sentral (STO/Local Exchange) TELKOM masing-masing wilayah. Kabel yang terhubung dari MDF ke RK disebut sebagai “kabel primer”. Dalam hal ini, minimal 90% dari kabel yang digunakan adalah “kabel tembaga murni”. Apabila ada saluran tembaga yang menggunakan saluran “pengganda”, maka layanan Speedy tidak dapat dipasang.
6. Untuk layanan Speedy Huawei sendiri digunakan perangkat DSLAM yang diproduksi langsung dari perusahaan Huawei. Pada DSLAM Huawei ini akan terjadi proses pembagian voice dan data, dimana perangkat ini memiliki sistem kerja seperti splitter sekaligus modem ADSL yang ada di sisi sentral.

1.Modem

2.Splitter

3. Kabel RJ45 & RJ11

4.DSLAM

Arsitektur Jaringan Speedy

Arsitektur Jaringan Speedy Alcatel + Siemens

Arsitektur jaringan Speedy Alcatel dan Siemens menggunakan ATM Switch sebagai penghubung DSLAM.Pada DSLAM yang berbasiskan ATM Switch, mempunyai keterbatasan sambungan yang dapat dilakukan sehingga bersifat boros.Pada gambar terlihat bahwa permisalan hanya terdapat dua sambungan pada satu buah DSLAM. Kemudian dari ATM swicth menuju BRAS hanya menggunakan single line, artinya jika terdapat congjested pada line tersebut.
Tidak ada line lain yang dapat menopang line tersebut.

Arsitektur Jaringan Speedy Huawei

Arsitektur jaringan Speedy Huawei menggunakan Metro Ring sebagai penghubung DSLAM ke ISP.Pada DSLAM yang berbasiskan Metro Ring, dapat menampung jumlah sambungan dengan besar sehingga jika dilihat dari segi ISP, menggunakan DSLAM Huawei dapat menghemat biaya.Pada gambar terlihat bahwa permisalan hanya terdapat satu buah gedung pada satu buah DSLAM. Kemudian dari DSLAM menuju BRAS hanya menggunakan metro ring.
Yang artinya jika terdapt conjested line pada router yang digunakan, sambungan masih dapat dilakukan menggunakan line lainnya.

sumber:http://rendranurdiana.com/?p=22