h1

"Voice Over DSL"

Maret 31, 2008

Alternatif Meningkatkan Teledensitas Telepon

Anton Timur

HAMPIR semua operator telekomunikasi dunia saat ini mengembangkan jaringan pita lebar (broadband) dengan menggunakan teknologi ADSL (asymmetric digital subscriber line). ADSL memanfaatkan jaringan telepon yang terbuat dari kabel tembaga eksisting dan merupakan salah satu turunan dari rumpun teknologi xDSL.

Teknologi ini mampu memisahkan sinyal data dan suara pada saluran telepon biasa. Ini memungkinkan pelanggan melewatkan data berkecepatan tinggi dan melakukan percakapan telepon pada saat yang bersamaan tanpa saling mengganggu (baca “Mengenal Teknologi ADSL”, Kompas, 19/5).

Kehadiran ADSL ini memberikan harapan baru untuk mempercepat pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (infokom) di Indonesia dengan lebih mudah dan murah.

Seiring dengan perkembangan teknologi xDSL yang semakin pesat, kini dimungkinkan pula pemanfatannya sebagai media untuk menambah saluran telepon yang telah ada. Model ADSL yang sedang dikembangkan Telkom hanya ada satu saluran telepon yang bisa digunakan untuk melakukan percakapan (telepon analog).

Dengan teknologi voice over digital subscriber line (VoDSL) pada sebuah sambungan telepon bisa ditambahkan lagi beberapa saluran telepon lain. Teknologi ini tentu saja sangat sesuai bila diimplementasikan di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Tingkat penetrasi telepon yang masih rendah di Indonesia (kurang dari 4 persen) masih memungkinkan terjadinya pertumbuhan satuan sambungan telepon (SST). Besarnya populasi penduduk Indonesia, tingkat pendidikan yang semakin baik, serta pergeseran gaya hidup masyarakat merupakan potensi pertumbuhan jasa infokom lebih meningkat di kemudian hari.

Perbedaan dengan ADSL

Seperti halnya telepon eksisting yang terdapat pada ADSL konvensional, saluran telepon VoDSL tetap bisa digunakan untuk melakukan percakapan telepon, walaupun kita sedang melakukan akses internet.

Namun, ada sedikit perbedaan cara kerja antara saluran telepon pada ADSL konvensional dan teknologi VoDSL. Gambar 1 mengilustrasikan perbedaan tersebut. Saluran telepon yang terbuat dari kabel tembaga tersebut bisa digambarkan sebagai pipa tunggal yang berisi dua pipa kecil. Pada ADSL konvensional, pipa pertama digunakan untuk mengalirkan data berkecepatan tinggi yang terhubung ke komputer (PC).

Pipa kedua merupakan saluran telepon eksisting untuk melakukan percakapan telepon biasa (plain old telephone system/POTS). Namun, karena pipa POTS ini masih analog, ia hanya bisa digunakan untuk satu saluran telepon saja (1 sst).

Pada saluran ADSL yang telah menggunakan teknologi VoDSL terdapat sebuah perangkat IAD (integrated acces device) pada sisi pelanggan yang berfungsi mengumpulkan dan mengatur trafik, baik dari komputer, telepon analog (POTS), maupun telepon VoDSL.

Jumlah saluran telepon VoDSL bisa lebih dari satu, bahkan hingga 16 saluran (SST), bergantung pada bandwidth yang tersedia pada pipa digital terebut. Di samping saluran telepon tambahan dari VoDSL, seperti halnya pada ADSL konvensional, pelanggan masih tetap dapat melakukan percakapan melalui saluran telepon eksisting (POTS).

Konfigurasi Jaringan VoDSL

Jaringan VoDSL terdiri dari beberapa perangkat utama, yaitu digital subscriber line access multiplexer (DSLAM) dan voice gateway yang ditempatkan pada sisi sentral telepon serta IAD yang berada di sisi pelanggan. DSLAM berfungsi sebagai pengolah sinyal digital agar bandwidth saluran telepon yang terbuat dari kabel tembaga dapat dioptimalkan sehingga dapat melewatkan data berkecepatan tinggi.

Selain itu mengatur lalu lintas data dari jaringan (cloud) internet melalui penyedia jasa internet-internet service provider (ISP)-untuk kemudian diteruskan ke pelanggan ADSL dan sebaliknya. DSLAM biasanya juga dilengkapi dengan POTS splitter untuk memisahkan alokasi kanal data dan suara (analog). Antara DSLAM dan ISP terdapat broadband remote access server (BRAS) yang terhubung dengan jaringan ATM.

Trafik suara VoDSL terhubung dari jaringan ATM (asynchronous transfer mode) ke sentral telepon (PSTN) melalui perangkat voice gateway (VGW). Mode transfer yang direkomendasikan DSL Forum dan ATM Forum adalah ATM Adaption Layer 2 (AAL 2).

AAL 2 merupakan teknik terbaru yang dirancang untuk mendukung penggabungan aliran paket real time melalui ATM virtual circuit connection (VCC). Suara dikirimkan ke IAD di sisi pelanggan melalui jaringan paket. IAD digunakan untuk me-mixing suara dan data. Umumnya pada perangkat IAD tersedia port ethernet atau port ATM untuk data dan sejumlah port suara untuk saluran telepon analog.

VGW merupakan jaringan akses digital jika dilihat dari sisi sentral lokal. Karena itu, koneksi antara gateway dan sentral lokal menggunakan standar antarmuka jaringan, yaitu V5.2. Antarmuka jaringan V5.2 digunakan negara-negara yang menggunakan standar telekomunikasi Eropa atau GR-303 dan TR-08 di Amerika Utara dan sekitarnya.

VoDSL menggunakan kelebihan bandwidth xDSL secara dinamis. Artinya saluran suara hanya akan mengonsumsi bandwidth ketika terjadi percakapan. Jika sedang tidak digunakan untuk menelepon (tidak aktif), bandwidth xDSL dapat digunakan untuk layanan lainnya, seperti akses internet. Karena itu, VoDSL harus memakai bandwidth xDSL yang terbatas secara efektif. Secara umum, arsitektur jaringan VoDSL tampak seperti pada gambar 2.

Persyaratan

Untuk mengimplementasikan VoDSL, ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan oleh operator. Suara yang dihasilkan haruslah sama atau minimal mendekati kualitas suara telepon biasa. Artinya, suara tersebut harus jernih dan tidak boleh terlambat (delay) agar tidak terjadi efek echo (menggema).

Untuk itu VoDSL dipersyaratkan memiliki tingkat keandalan yang tinggi (99,999 persen), terutama karena suara yang dihasilkan VoDSL dikirimkan menggunakan paket data. Untuk kenyamanan pelanggan layanan VoDSL juga harus menyediakan pilihan koneksi dengan semua jenis terminal telepon dan perangkat sentral lokal seperti private automatic branch exchange (PABX) atau key system telephone. Cara pemakaian telepon yang menggunakan teknologi VoDSL tidak ada perbedaan sama sekali dengan telepon biasa karena terminal telepon yang digunakan sama seperti yang kita pakai sehari-hari.

Penerapan VoDSL memberikan keuntungan baik bagi pelanggan maupun operator. Pelanggan akan memiliki keleluasaan untuk mendapatkan penambahan saluran telepon kapan saja jika menghendaki. Tidak perlu seorang pelanggan menunggu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sekadar untuk mendapatkan saluran telepon tambahan.

Di samping itu, pelanggan bisa menikmati layanan suara dan data berkecepatan tinggi dengan harga yang ekonomis. Solusi telekomunikasi ini sangat sesuai untuk usaha kecil menengah atau segmen residensial kelas atas (high residential).

Bagi operator, di samping meningkatkan teledensitas telepon, VoDSL bisa menjadi sumber pendapatan baru karena berpotensi menjadi aplikasi yang disukai konsumen (killer application). Investasi VoDSL terhitung rendah karena hanya menambahkan beberapa perangkat pendukung pada jaringan xDSL yang sudah ada sekaligus menghemat biaya penggelaran jaringan akses tembaga.

Operator juga bisa memakai VoDSL sebagai alat untuk mempertahankan loyalitas pelanggan. Ini karena untuk mendapatkan layanan bundling data dan suara pelanggan tidak perlu berpindah operator.

Anton Timur Praktisi Telekomunikasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: