h1

(Akses Pita Lebar) Mengakses Jaringan Internet Berkecepatan Tinggi

April 1, 2008

KEHADIRAN jaringan internet di Indonesia mulai bergeser. Ia tak lagi hanya mengandalkan sistem dial- up menggunakan modem berkecepatan 56 Kbps yang terhubungkan melalui pesawat telepon, tetapi mulai menuju ke akses berkecepatan tinggi menggunakan teknologi Asymmetric Digital Subscribe Line yang sekarang mulai digelar PT Telkom sebagai bagian dari perluasan usahanya dengan menawarkan produk Speedy menuju ke era jaringan pita lebar.

KEHADIRAN teknologi pita lebar (broadband) di Indonesia sendiri relatif sudah lama karena sebelumnya PT Telkom sendiri sudah menawarkan jasa akses pita lebar yang menggunakan infrastruktur jaringan kabel telepon tetap yang sudah ada di rumah- rumah. Hanya saja, sebelumnya jangkauan infrastruktur rumah-rumah yang bisa mengakses fasilitas Asymmetric Digital Subscribe Line (ADSL) belum sebanyak yang ditawarkan seperti Speedy sekarang ini.

Secara prinsip, pemasangan ADSL sangat mudah dan bisa segera digunakan oleh para pelanggan sesuai dengan hakikat pita lebar itu sendiri, cepat. Itu kalau memang PT Telkom berniat memberikan pelayanan yang sesuai dengan motonya, “Comitted 2 U”.

Ketika Kompas mencoba layanan Speedy, dibutuhkan setidaknya 4-5 jam untuk bisa mengakses broadband dari rumah. Petugas datang, memberikan sebuah modem ADSL, splitter yang memisahkan jaringan telepon antara suara dan data, serta sebuah userid dan password untuk mengakses jaringan pita lebar melalui Astinet, anak perusahaan PT Telkom yang bergerak di bidang penyedia jasa akses internet.

Praktis tidak ada perubahan yang dilakukan di rumah pelanggan untuk mengakses jaringan internet. Seorang petugas lain melakukan perubahan teknis pada rumah gardu PT Telkom (switching) agar rumah pelanggan dengan nomor tertentu bisa menggunakan akses data di mana kabel tembaga jaringan telepon ini terhubung melalui perangkat yang disebut DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer).

Perangkat DSLAM ini menghubungkan berbagai kabel telepon dari rumah-rumah yang berlangganan ADSL dan mengonsentrasikannya ke dalam saluran ATM (Asynchronous Transfer Mode). Saluran ATM merupakan sebuah koneksi teknologi switching, yang mengumpulkan data digital menjadi unit terbut dari 53 byte cell, dan ditransmisi menggunakan teknologi sinyal digital.

Secara individu, masing-masing sel ini diproses tidak sinkron (asynchronously) secara relatif terhadap sel lainnya, kemudian tersusun dalam antrean sebelum ditransmisikan secara multipleks. Kecepatan jaringan ATM ini bisa mencapai 155,520 Mb per detik (Mbps) atau 622,080 Mbps, tetapi generasi terbaru jaringan ATM sekarang ini mampu untuk berjalan pada kecepatan 10 Gbps.

Berbeda signifikan

Seperti pada penggunaan akses internet dengan cara dial-up, koneksi pita lebar juga menggunakan modem ADSL yang berkecepatan tinggi. Di pasaran banyak modem ADSL yang ditawarkan dengan beragam fitur dan fungsi yang disesuaikan dengan keperluan teknologi pita lebar.

PT Telkom sendiri dalam layanan produk Speedy menyediakan sebuah modem yang terkoneksi melalui saluran USB (Universal Serial Bus) dan hanya bisa digunakan pada satu komputer saja. Modem jenis ini tidak menarik dan tidak sesuai dengan hakikat pita lebar secara keseluruhan, seperti berbagi akses (sharing) dengan beberapa komputer.

Pada modem ADSL jenis lain yang ada di pasaran, berbagai fungsi dan fitur penting selain mengakses jaringan ADSL adalah tersedianya beberapa aplikasi untuk keperluan di rumah maupun apa yang sekarang populer disebut sebagai SOHO (Small Office Home Office). Aplikasi ini antara lain berupa router dengan minimal 4-port, sehingga pengguna akses pita lebar dengan mudah memasang setidaknya empat komputer secara bersamaan.

Ada dua jenis modem ADSL yang dicoba Kompas memanfaatkan akses pita lebar Speedy, masing-masing ZyXEL Prestige 660H (foto kanan atas dan bawah) dan Wideye DE200UE buatan Singapura. Modem Prestige 660H sejauh pengalaman Kompas menggunakan modem broadband, baik akses PPPoE (Point to Point Protocol over Ethernet) maupun PPPoA (Point to Point Protocol over ATM), adalah terbaik dengan kemampuan dan fitur yang lengkap.

Selain terintegrasi sebagai gateway melalui empat rongga switch router 10/100Mbps, Prestige 660H juga memiliki fitur yang disebut sebagai SPI dan fitur Firewall sebagai sistem keamanan untuk melindungi sistem jaringan broadband dari serangan luar. Karena salah satu hakikat broadband adalah always on, maka perlindungan (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) mutlak diperlukan.

Instalasi Prestige 660H sebenarnya sangat mudah, tetapi karena ada perbedaan pemborong sistem ADSL di sisi PT Telkom (untuk Jakarta terbagi atas Siemens dan Alcatel), kita harus bisa membedakan sistem Siemens atau Alcatel yang digunakan karena berpengaruh pada setting antarmuka WAN (Wide Area Network). Modem ADSL buatan ZyXEL ini bisa diakses menggunakan aplikasi browser, di mana pengguna dengan mudah mengakses berbagai fitur seperti Traffice Redirect dan Media Bandwith Management.

Perangkat ZyXEL ini mampu digunakan pada beberapa jenis jasa ADSL, termasuk ADSL2 dan ADSL2+ yang masing-masing bisa melaju pada kecepatan 12 Mbps dan 24 Mbps. Ketika dicoba Kompas menggunakan Astinet sebagai gerbang (gateway) ke jaringan internet, terasa sekali kecepatan yang mampu dihasilkan oleh modem ADSL ini.

Meskipun demikian, ada keadaan yang mengherankan ketika menggunakan Prestige 660H ini mengakses gerbang penyedia jaringan internet lain. Kecepatan akses menjadi berubah dan berbeda cukup signifikan. Kemungkinan besar persoalannya memang terletak pada masing-masing penyedia jaringan internet, tetapi persoalannya adalah pada produk Speedy dengan fasilitas layanan akses 512 Kbps, kecepatan maksimum yang bisa dicapai ZyXEL selalu berada di bawah 350 Kbps, sedangkan untuk kecepatan akses melalui jaringan Indonesian Internet Exchange (iIX) kecepatan maksimum bisa melampaui 700 Kbps.

Mengimbangi kemampuan

Pada produk Wideye DE200UE, keseluruhan modem ADSL ini lebih sederhana tanpa rongga switch walaupun memiliki fitur router di dalamnya. Dengan demikian, cukup perangkat ini dihubungkan ke sebuah switch kalau ingin digunakan untuk membagi penggunaan akses pita lebar dengan beberapa komputer lain.

Modem Wideye mendukung dua jenis akses ADSL masing-masing G.Dmt dengan kecepatan turun (downstream) 8 Mbps dan naik (upstream) 1 Mbps, serta G.Lite yang lebih ringan dengan kecepatan downstream 1,5 Mbps dan upstream 512 Kbps. Instalasinya mudah dan menyenangkan serta bisa berinteraksi dengan router 2 WAN untuk membagi kecepatan akses pita lebar.

Dengan menggunakan akses gerbang pada penyedia jaringan internet yang sama, Wideye secara aktif mengimbangi kemampuan router 2 WAN dengan baik dan membagi keseluruhan akses secara seimbang.

Sebagai perusahaan baru yang didirikan tahun 2003, modem ADSL Wideye DE200UE ini memiliki prospek menarik untuk diikuti. Keseluruhan fitur yang ada seperti Firewall dan NAT (Network Address Translation) yang secara cepat membagi beberapa perangkat menjadi alamat publik IP (Internet Protocol) tunggal, menjadikan modem ADSL ini sebagai pilihan menarik bagi mereka yang pertama kali menggunakan fasilitas ADSL.

Secara keseluruhan, kehadiran Speedy melalui PT Telkom memang memberikan sebuah suasana yang sama sekali baru dalam interaksi kita menggunakan jaringan internet. Kemudahan dan kecepatan instalasi adalah daya tarik tersendiri bagi Speedy. Harga memang menjadi persoalan karena akses nirbatas (unlimited) kalau digunakan di perumahan menjadi terlalu mahal. (rlp)

sumber : http://64.203.71.11/kompas-cetak/0408/23/tekno/1222697.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: