h1

PEMODELAN JARINGAN xDSL

April 1, 2008

Internet saat ini sudah menjadi sebuah teknologi dan jaringan komunikasi data yang paling populer di planet ini. Pada lima tahun lalu, trafik telnet dan World Wide Web merupakan jenis-jenis trafik dominan. Akan tetapi, bentuk layanan yang ditawarkan Internet semakin beragam. Pengguna Internet mulai menggunakan aplikasi-aplikasi “pembunuh”, seperti video conference, telemedicine, distance learning, dan layanan-layanan lain yang banyak menghabiskan bandwidth.
Akan tetapi, teknologi Modem konvensional saat ini yang mempunyai rate maksimum 56 kbps tentu saja tidak dapat mengakomodasi layanan-layanan baru ini. Para pengguna Internet menginginkan kapasitas transfer data yang lebih besar agar dapat menggunakan aplikasi-aplikasi Internet secara wajar. Oleh karena itu, teknologi xDSL saat ini merupakan sebuah alternatif terbaik yang cocok diterapkan untuk mempercepat akses transfer data di subscriber lines.
Komponen Sistem DSL
Ada beberapa perlengkapan yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan-layanan DSL. Komponen-komponen yang digunakan beserta fungsinya adalha sebagai berikut :
Transport System
Komponen ini menyediakan interface transmisi backbone untuk sistem DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer). Divais ini menyediakan interface, seperti T1/E1, T3/E3, OC-1, OC-3, STS-1, dan STS-3.
Local Access Network
Local Access Network menggunakan local carrier inter-CO network sebagai fondasi. Switch ATM, Frame Relay, dan/atau router dapat digunakan untuk mengakses jaringan. Saat ini, ATM adalah sistem yang paling efisien.
Multiservice Digital Subscriber Line Access Multiplexer (DSLAM)
DSLAM yang berada dalam lingkungan CO (central office) digunakan sebagai dasar untuk solusi DSL. DSLAM berfungsi untuk mengkonsentrasikan trafik data dari berbagai loop DSL yang kemudian akan dikirimkan ke backbone network untuk dihubungkan lagi ke jaringan lainnya. DSLAM dapatt mengirimkan layanan untuk aplikasi berbasis paket, cell, dan circuit, seperti DSL ke 10Base-T, 100Base-T, T1/E1, T3/E3, atau ATM.
DSL Transceiver Unit (ATU-R)
Unit ini digunakan pada sisi pemakai. Koneksi ATU-R biasanya 10base-T, V.35, ATM-25, atau T1/E1. Alat multiport lain yang mendukung suara, data, dan video juga memungkinkan. ATU-R tersedia dalam berbagai konfigurasi. Selain sebagai modem DSL, ATU-R dapat juga digunakan untuk bridging, routing, TDM multiplexing, dan ATM multiplexing.
POTS splitter
Divais ini ada pada CO dan pemakai yang memungkinkan loop digunakan untuk transmisi data kecepatan tinggi dan digunakan juga untuk komunikasi telepon. POTS splitter biasanya mempunyai 2 konfigurasi, yaitu splitter tunggal untuk pengguna rumah dan mass splitter untuk CO.
Model Jaringan
Layanan kecepatan tinggi yang diperlukan oleh pelanggan sebenarnya sudah banyak tersedia, antara lain :
Layanan IP/LAN, seperti akses Internet atau remote LAN
Layanan Frame Relay
Layanan N ´ 64
Layanan ATM
Akan tetapi, layanan-layanan tersebut mempunyai biaya yang relatif lebih besar daripada teknologi DSL. Dengan DSL, kinerja layanan yang lebih tinggi dapat dicapai dengan biaya yang lebih rendah. Akan tetapi, perlu adanya dukungan terhadap layanan multiservice. Multiservice bukan berarti mendukung berbagai line code seperti 2B1Q, CAP, atau DMT, melainkan kemampuan untuk mendukung adanya layanan lain seperti Frame Relay, IP/LAN, N ´ 64, dan ATM pada platform DSLAM.
Model jaringan ini akan menjelaskan bahwa DSL dari segi logika dapat mendukung multiple service. Dengan demikian, satu infrastruktur jaringan dapat menyediakan berbagai jenis layanan.

Data dalam Jaringan Suara
Gambar di atas menunjukkan sebuah jaringan ILEC/PTO yang dikonfigurasi untuk mendukung transmisi data kecepatan rendah (28,8 kbps) atau sedikit lebih tinggi. Modem analog digunakan pada sisi pemakai untuk sambungan kecepatan rendah ke local access network, tempat sebuah Digital Service Unit (DSU) atau Network Termination Unit (NTU) digunakan untuk koneksi dijital yang lebih cepat, seperti 56/64 kbps atau T1/E1.
Untuk komunikasi kecepatan tinggi, topologi dari CO akan berubah. Pada Modem analog, trafik data dapat dibawa melalui switch telepon, sedangkan pada kecepatan yang lebih tinggi, switch akan diabaikan (bypass). Hal ini terjadi karena switch telepon tidak didesain untuk komunikasi data kecepatan tinggi.
Saluran data kecepatan tinggi akan yang melalui local loop akan melewati DACS (Digital Access and Cross Connect System), yaitu alat yang mengijinkan saluran DSO untuk di-route dan dikonfigurasi secara manual, dan sistem transmisi. DACS digunakan di seluruh jaringan sebagai basis transport dengan teknologi Time Division Multiplexing (TDM).
Jadi, layanan data kecepatan rendah dapat dengan mudah diintegrasikan ke jaringan POTS, sedangan layanan data kecepatan tinggi perlu dikonfigurasikan sebuah jaringan dedicated yang mengabaikan switch.
Teknologi DSL jika diterapkan dalam local loop akan memungkinkan terjadinya akses kecepatan tinggi tanpa repeater. Jika layanan DSL diterapkan, data yang diterima CO akan mengabaikan telephone switch dan dimasukkan langsung ke inter-CO. Selain itu, dapat ditunjukkan bahwa teknologi packet dan cell multiplexing sebagai tambahan pada TDM yang diterapkan pada DSLAM akan menghasilkan efisiensi bandwidth yang lebih tinggi.

Gambar di atas menunjukkan multiservice DSLAM yang berlokasi pada CO dan DSL Remote Transceiver Unit (ATU-R). Perlengkapan data networking yang diperlukan untuk menyediakan layanan DSL telah disebutkan dalam komponen-komponen DSL di atas. Kecepatan transmisi dapat mencapai 7 Mbps, tergantung dari peralatan yang digunakan, jarak loop, dan kondisi loop.

Model Referensi Layanan DSL
Dalam model referensi ini, ada 3 domain yang digambarkan, yaitu :
Domain Network Service Provider (NSP)
Domain Network Access Provider (NAP)
Domain Service User (SU)
Perlengkapan DSL didasarkan pada model ADSL dan model yang digambarkan di sini kompatibel dengan yang digunakan oleh ADSL Forum. DSL endpoint dikenal dengan nama ATU-R (ADSL Transceiver Unit – Remote). Unit CO dikenal dengan nama ATU-C (ADSL Transceiver Unit – Central Office).
Pengguna akan menggunakan layanan dari NSP. Peran NAP adalah menyediakan interkoneksi anatar SU dan NSP. NAP dan NSP biasanya adalah perusahaan yang berbeda.
Pengguna melakukan koneksi ke NAP melalui DSL loop. Pada wire center, data dijital dikonsentrasikan sebelum dikirim melalui jaringan akses. Biasanya, trafik dari DSLAM akan dikirimkan ke access node di antara jaringan akses sebelum koneksi ke NSP. Pada NSP, digunakan suatu backbone untuk membatasi NSP dan NAP.
Model referensi tersebut menyediakan akses ke jaringan yang independen dan multiple sehingga kontrol akses dan keamanan sangat penting. Setiap layanan jaringan harus dirancang agar dapat membentuk jaringan privat yang efektif dan terpisah membentang melewati NAP hingga lokasi pemakai.
Salah satu contoh model penyediaan layanan pada platform DSL, yaitu penyediaan layanan Frame Relay.

Protokol Frame Relay dibawa melalui saluran DSL dan dikonsentrasikan dalam DSLAM sebelum dikirim melalui jaringan akses. Pengiriman ini dapat berupa Frame Relay atau ATM. Dalam kasus ini, backbone hanya berupa frame relay switch. Sambungan ini dapat berupa saluran ATM yang mendukung frame relay over ATM. DSLAM diperlukan untuk mengkonsentrasikan Frame Relay dan juga ATM interworking agar trafik dapat dibawa sepanjang jaringan akses secara efisien. Dalam model referensi Frame Relay, data dipetakan ke PVC (Private Virtual Channel) untuk keperluan kontrol akses dan keamanan.

Arsitektur Multiservice
Setiap layanan mempunyai karakteristik yang berbeda. Arsitektur dari layanan multiservice ini mendukung berbagai layanan yang simultan dengan hanya satu sistem yagn menggabungkan dan mengirimkan data ke jaringan yagn berbeda.

Model referensi yang ditunjukkan di atas adalah model referensi layanan DSL untuk multiservice. DSLAM dapat menyediakan layanan untuk IP/LAN, Frame Relay, dan ATM. Sebuah jaringan akses ATM digunakan untuk interkoneksi pengguna ke NSP tanpa mempedulikan jenis layanan yang disediakan oleh service provider.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: