h1

Kisah Sepotong Celana

Mei 27, 2008

dari milis tetangga

Ada seorang pria berkehendak untuk menghadiri reuni teman-teman SD-nya.Maka pada keesokan harinya dia pergi ke toko untuk membeli sepotong celana panjang baru yang cukup mahal harganya. Sesampainya di rumah dia mencoba memakai celana barunya itu sekali lagi, dan
menyadari bahwa celana barunya itu kepanjangan 10 cm. Dia lalu meminta tolong kepada ibunya untuk memperbaiki, sang Ibu mengatakan bahwa dia sedang tidak enak badan, sehingga ingin istirahat tidur lebih awal. Jadi malam itu sang Ibu tidak bisa memperbaiki celana tsb. Kemudian dia mencari istrinya dan meminta tolong agar memperbaiki celana barunya. Istrinya bilang bahwa dia masih punya banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan malam itu juga, sehingga tidak ada waktu untuk memperbaiki celana tsb. Si pria  tidak putus asa dan mencari anak perempuannya untuk minta tolong, ternyata anaknya berkata bahwa malam itu juga dia sudah mempunyai janji dengan teman prianya untuk pergi ke pesta, jadi tidak bisa membantu memperbaiki.

Akhirnya si pria tsb berpikir kalau memang demikian besok dia akan memakai celana panjang yang lama saja untuk hadir di reuni itu.

Malam itu ibu si pria itu berpikir, “Anakku itu biasanya sangat berbakti kepadaku, sekarang dia pertolongan tolong, maka tidaklah baik jika aku tolak.” Maka si Ibu itu bangun dan memperbaiki celana anaknya, kemudian celana itu dipotongnya sepanjang 10 cm.

Setelah agak malaman, si istri pria itu, telah dapat menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya dan berpikir,”Suamiku ini sangatlah baik orangnya, hari ini karena dia tidak bisa menjahit sendiri barulah meminta tolong, karena itu tidaklah baik kalau sampai aku tolak.” Maka sang istri segera memperbaiki celana itu dan dipotongnya sepanjang 10 cm.

Ketika putri pria itu pulang dari pestanya, saat tiba dirumah tengah malam dia berpikir, “Ayah tidak melarangku pergi pesta malam ini dengan teman priaku, sudah seharusnya aku berterima kasih kepada ayah.” Maka dipotonglah celana ayahnya sepanjang 10 cm.

Keesokkan paginya ke 3 wanita ini masing-masing menceritakan kepada pria itu, bahwa mereka telah memperbaiki celana barunya. Dengan terkejut akhirnya dia mencoba memakai celana panjang itu, dan ternyata memang sudah sangat kependekan. Lalu bagaimana reaksinya?
Dia tertawa terbahak-bahak dan berkata,”Aku pasti akan memakai celana ini ke pesta untuk aku perlihatkan pada teman-teman sekolahku, dan memberitahu kepada mereka bahwa ibu, istri dan anakku sangatlah menyayangi dan memperhatikan diriku!”

Akhirnya teman-teman sekolahnya sepakat memuji keluarga si pria itu sebagai keluarga yang harmonis, yang saling memperhatikan, menghargai dan menyayangi satu dengan yang lainnya.


Akan tetapi jika hal ini terjadi pada anda, bagaimanakah reaksi anda?

 

Marah marah dan menyalahkan orang orang disekitar kita ?,

atau

Mengutuki dan menyalahkan diri sendiri karena tidak mampu mengelola keluarga ?,

atau

Mengambil hikmah dari kejadian itu ?

Untuk kita renungkan:

 

  • Ketika hati ini sedang mengecil, maka dunia juga akan berubah menjadi kecil, sedemikian kecilnya sehingga tidak dapat melihat keindahan cinta kasih dalam keluarga.

 

  • Ketika hati ini sedang kacau, maka  jalan di depan kita berubah menjadi banyak , sehingga kita bingung dan dapat tersesat di jalan-jalan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: